BoeMIKU
Badan Organisasi Meneliti dan Melindungi Bumi dan Indonesiaku

Kopi Bisa Dijadikan Sumber Biodiesel

21.42
Ancaman krisis bahan bakar minyak di masa depan membuat para peneliti terus berupaya untuk menciptakan bahan bakar alternatif. Beberapa peneliti dari Nevada mencoba melakukan hal tersebut dengan percobaan membuat bahan bakar biodiesel yang bersumber dari ampas kopi.

Seperti dilansir Sciencedaily, Selasa (16/12/2008), bahan bakar dari kopi dinilai lebih murah dan ramah lingkungan jika digunakan sebagai bahan bakar mobil maupun truk.

Penelitian yang dilakukan oleh Mano Misra, Susanta Mohapatra, dan Narasimharao Kondamudi tersebut menyatakan ampas kopi dapat dijadikan bahan bakar karena mengandung 11-20 persen minyak. Ketiga peneliti tersebut melakukan percobaan dengan mengumpulkan ampas-ampas kopi dari beberapa coffee shop untuk kemudian memisahkan kandungan minyak yang ada dalam ampas kopi. Hasilnya melalui proses yang mudah dan muraj minyak tersebut dapat diolah menjadi biodiesel.

Peneliti mengungkapkan, akan mengembangkan terus pembuatan biodiesel dari ampas kopi dalam sebuah proyek kecil selama enam bulan ke depan.

Menurut para peneliti jika dapat dikembangkan menjadi industri massal, maka negara seperti Amerika Serikat dapat meraup untung sekira USD8 juta per tahun. Prediksi tersebut sangat mungkin, mengingat pasar biodiesel sedang berkembang pesat, diperkirakan pada tahun 2010 produksi biodiesel secara global mencapai 3 miliar drum galon. 
Read On 1 komentar

Recycle The Paper!

18.16
       

      Salah satu personil dari trio R bersaudara atau tak lain tak bukan 3R,yakni Recycle,atau mendaur ulang benda benda yang dianggap tak bisa dipakai lagi..
Disini akan diberi satu contoh misalnya adalah kertas koran lama atau kertas lain yang benar-benar dianggap tak terpakai lagi.Dan jangan salah kalau koran bekas yang usang dan lama,bisa kita sulap menjadi barang daur ulang berkualitas dan mungkin bisa di perdagangkan menjadi kerajinan..
Berikut adalah link dari idepfoundation berbentuk PDF yang menjelaskan tentang cara mendaur ulang kertas bekas atau koran lama.
Disamping cara nya yang tidak terlalu sulit,alat dan bahanya juga tidak terlalu sulit didapatkan dan kemungkinan 98% ada di sekitar kita..



Save Our Earth!

Read On 0 komentar

Ulah Manusia Menyebabkan Lingkungan Hancur?!..

17.47

     Ulah manusia menjadi penyebab kepunahan terbesar mahluk hidup. Ulah manusia menyebabkan kehancuran lingkungan hidup dan kepunahan lingkungan hidup di bumi dengan cepat ketimbang perubahan evolusi, baik perubahan iklim dan bencana alam.

    Demikian dikatakan Dr. H. Fachroel Aziz dalam orasi ilmiah berjudul Evolusi dan Paleontologi Vertebrata Indonesia: Prespektif Perubahan Iklim di Ba dan Geologi, Senin (15/12). Orasi ini disampaikannya ketika dinobatkan sebagai profesor riset bidang Paleontologi. Dua peneliti lainnya yang dinobatkan sebagai profesor riset adalah Bhakti Hamonangan Harahap Msc (Petrografi) dan Dr. Hamdan Zaenal Abidin M.App.Sc (Geologi dan Geofisika).

    Menurut Fachroel, ada tiga penyebab kepunahan. Kepunahan yang disebabkan bencana alam, jangka panjang akibat perubahan iklim, dan akibat ulah manusia.

    Fachroel mengatakan contoh kepunahan akibat bencana alam adalah punahnya fauna endemik Tangiitalo di Cekungan Soa Flores. Penyebabnya adalah bencana alam letusan gunung api Soa, sekitar 2 juta tahun lalu. Selain itu ada letusan gunung api Tambora di Sumbawa tahun 1815 yang memusnahkan etnis Tambora.

    Selain itu ada kepunahan berangsur akibat perubahan iklim. Contoh nyata adalah suksesi kehidupan fauna di Jawa. Diantaranya Fauna Satir (sekitar 1.500 tahun lalu) yang didominasi mastodon, hippotatamus, dan kura-kura besar. Fauna Cisaat Fauna Trinil (1.200 - 1.000 ribu tahun) didominasi stegodon dan rusa . Fauna Kedungbrubus Fauna Ngandong (800-200 ribu tahun) didominasi gajah (Elephas hysudrindicus) , tapir (Tapirus indicus), babi (Susmagrognathus), dan homo erectus solonensis. Setelah itu ada Fauna Punung (200-25 ribu tahun) yang didominasi beruang (Ursus malayanus), kambing (Capricornus sumatraensis) serta manusia modern (Homo sapiens).

     Yang terakhir tapi adalah yang paling memprihatinkan yaitu kepunahan akibat ulah manusia. Hal itu tercermin punahnya fauna di Jawa. Diantaranya harimau, tapir, dan gajah. Perubahan fungsi lahan dari hutan menjadi pemukiman dan pertanian adalah penyebab utamanya.  

"Hal ini dikhawatirkan terjadi bagi fauna yang ada di Sumatera dan Kalimantan. Keberadaan mereka terancam seperti di Jawa," katanya.

    Ia mengatakan kepunahan yang disebabkan bencana alam dan perubahan iklim merupakan perubahan evolusi yang berlangsung jutaan tahun dan sangat unik dalam sejarah bumi. Namun, kepunahan yang disebabkan manusia, menyebabkan dampak cepat yang menyebabkan kehancuran lingkungan hidup yang sangat luas. Hal ini menandakan perubahan secara evolusi tidak dapat mengimbangi perubahan drastis akibat ulah manusia.

    Ditambahkannya, manusia adalah mahluk pembuat bencana dan sekaligus coba mengatasinya. Namun, seringkali tidak berhasil dan bahkan gagal dalam usahanya menyelamatkan lingkungan. "Ini sebuah krisis serius dan harus segera dilihat oleh banyak pihak," katanya.(kompas.com)

Lalu,maukah anda yang membaca ini menjadi salah satu dari manusia yang menyebabkan kepunahan lingkungan dan ekosistem makhkluk hidup??..hanya dengan tangan manusia dengan mudahnya merusak,tapi apakah dengan mudahnya mengembalikanya kembali??..Mulailah dari hal kecil yang dapat membuat perubahan yang besar..

Read On 0 komentar

3R (Recycle, Reuse, Reduce)

00.36

Teman-teman tahu gak apa itu 3R

atau Recycle, Reuse, Reduce?..Sebagian mungkin ada yang tau, tp ada jg yg tau tp ga tau apa penjelasanya.

nah, ini artikelnya.Kami mengambilnya dari Greenpeace

Reduce

Benar, hal yang paling baik yang bisa kita lakukan untuk planet ini adalah mengunakan sedikit dari apa yang ada padanya. Di dalam inti permasalahan dari krisis lingkungan adalah kehidupan sosial dari pemakaiannya. Ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat kamu lontarka sebelum kamu membeli: Dapatkah saya, atau orang yang lainnya mengatakan: Aku akan membelinya untuk…, benar-benar membutuhkannya? Adakah produk lain yang sama tetapi lebih awet? Dapat bertahan dalam waktu yang panjang? Dapatkah saya tahu bagaimana barang itu dibuat, Bagimana barang itu dapat digunakan dan bagimana caranya barang itu habis? Dimana barang itu dibuat dan dalam keadaan apa? Apakah material itu digunakan untuk membuat barang baru, dan dapatkah dihasilkan dengan cara yang sama?

Reduce, Reuse, Recycle

Reuse

Keraguan, karena kita hidup di “disposable society”, kita terdorong untuk membeli barang baru meskipun barang yang kita miliki dapat diperbaiki. ketika kita membeli, harusnya kita membeli barang yang tahan lama, dan seharusnya kita merawatnya serta memperbaikinya ketika diperlukan. Apabila kita melakukannya, barang-barang tidak hanya digunakan sementara, tetapi untuk waktu yang lama dari generasi ke generasi. Apabila sesuatu benar-benar tidak dapat digunakan untuk satu tujuan, cobalah untuk berkreasi dan berpikir bagimana sesuatu tersebut dapat digunakan kembali. Apabila kamu melakukan hal ini, pikirkan orang lain menggunakan kembali barang ini.

Recycle

Sepertinya kita lebih suka membuang barang yang kita pikir tidak dapat dipergunakan kembali, dapatkah itu didaur ulang? Dan ketika pendaurulangan tidak sempurna itu lebih baik daripada membuangnya ke tanah atau membakarnya.

Cari tahu material apa saja yang dapat di daur ulang di lingkungan sekitarmu. Bersihkan dan cari material tersebut sebelum dibuang ke tempat sampah.

Read On 0 komentar

Bendungan dan Reboisasi Solusi Terbaik

00.27

Banjir musiman di wilayah selatan Bandung tidak bisa diselesaikan lewat satu solusi saja. Penanganan harus komprehensif, baik di daerah hulu maupun hilir. Bendungan dan reboisasi merupakan kombinasi terbaik untuk mengatasi banjir ini secara permanen.

Demikian intisari rekomendasi yang muncul dari para pakar dan pengamat banjir dari Institut Teknologi Bandung, Kelompok Riset Cekungan Bandung, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Selasa (9/12). Mereka dimintai pendapatnya tentang solusi penanganan banjir khusus di wilayah Bandung selatan.

Ketua Kelompok Keahlian Sumber Daya Air ITB Indratmo Soekarno mengatakan penyelesaian banjir di Bandung tidak bisa dilesaikan lewat cara voting (pilihan). "Saat ini, kesan yang muncul demikian. Satu alternatif solusi menimbulkan perdebatan satu sama lain, tanpa henti. Ini kan persoalan yang bisa dikaji secara ilmiah. Kenapa tidak dicoba dilesaikan lewat simulasi," ujarnya.

Pilihan memapas Curug Jompong, misalnya, hendaknya tidak langsung buru-buru divonis buruk. Sebagai ahli yang lama terlibat dalam bidang pemodelan banjir, Indratmo berpendapat, kekhawatira n banyak pihak bahwa pemapasan Curug Jompong bisa memicu percepatan erosi hingga ke hulu belum tentu terbukti.

"Resiko terjadi percepatan erosi itu memang ada, tapi akan terhenti pada kondisi tertentu. Kemiringan dasar sungai bisa capai titik keseimbangan," ucapnya sambil menyarankan perlunya simulasi pemapasan ini.

Meski demikian, ia memandang, proyek pemapasan Curug Jompong yang dapat menelan dana Rp 500 miliar ini hanya menjadi alternatif ketiga. Pilihan utamanya, yaitu mengkombinasikan penyelesaian di hulu dan hilir. Di hulu dilakukan reboisasi yang tentu hasilnya membutuhkan lama, hingga 15-20 tahun. Untuk jangka pendek, ia menyarankan perlunya pembangunan waduk-waduk di hulu Citarum sebagai tempat penampungan air limpasan sementara (retention basin ).

Serta, di pusat pertemuan Sungai Citarum dengan anak-anaknya yang letaknya itu lebih tinggi dari permukaan. Di wilayah anak-anak sungai-sungai inilah kerap terjadi arus balik (backwards) yang ikut memperparah banjir. Wilayah ini misalnya di Dayeuhkolot. Pembuatan waduk-waduk buatan ini bertujuan memperlambat laju air sungai. Proyek ini bisa selesai dalam waktu dua tahun.

Fungsi ganda

Menurut Budi Brahmantyo, anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung, waduk ini bisa berfungsi ganda sebagai penampungan ( reservoir ) air. Sehingga, pada saat musim kemarau, ketersediaan air bisa tetap terjamin. Tidak terjadi kekeringan seperti saat ini.

Ia mengakui, pembuatan waduk-waduk kecil ini bisa memicu perubahan ekosistem sungai. "Kondisinya memang harus memilih yang terbaik dari yang terburuk. Jika tidak, mau tidak mau warga harus akrab dengan banjir seperti di Jepang," ucapnya.

Di negara maju ini, reservoir itu bukan sebuah waduk. Melainkan, lapangan besar bertembok beton yang bis a digunakan sebagai lapangan olahraga ketika kemarau. Menurutnya, membuat waduk ini adalah solusi jangka pendek yang lebih tepat dibandingkan proyek pemapasan Curug Jompong yang beresiko atau normalisasi Sungai Citarum yang berdana besar tapi tidak efektif.

Robert M. Delinom, peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI memandang, upaya mengatasi banjir juga membutuhkan dukungan masyarakat. Misalnya, mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan yang memicu penyumbatan saluran drainase.

Termasuk, kesadaran membuat sumur-sumur resapan di halaman rumah masing-masing. Berdasarkan hasil penelitiannya, perbaikan fungsi lahan resapan air sebai knya dilakukan di lima titik cekungan Bandung, yaitu kawasan sekitar Dago, Ujung Berung, Majalaya, Kopo-Soreang, dan Cimahi. Saran ini sudah disampaikan ke Pemkot Bandung.    

Read On 0 komentar

Bencana Alam di Indonesia Akan Meluas

00.18

 JAKARTA, KAMIS - Bencana lingkungan yang melanda berbagai daerah di Tanah Air diperkirakan akan terus meluas dan mengkhawatirkan apabila faktor pencegahan tidak menjadi fokus penanganan. Secara geologis, klimatologis, dan geografis, wilayah Indonesia tergolong rentan.

Kajian geologis menunjukkan, batuan belum padat atau solid mendominasi struktur batuan di Indonesia. Hujan di atas normal bertempo lama, didukung kemiringan bukit, dan terbatasnya tutupan lahan menimbulkan gerakan tanah

”Secara geologis, wajar banyak longsoran, banjir bandang, atau jenis gerakan tanah lain di Indonesia. Namun, itu bergantung kondisi lain juga,” kata peneliti pada Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Adrin Tohari, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/11). Posisi Indonesia dalam sabuk vulkanis (ring of fire) mendasari kerentanan itu.

Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Masnellyarti Hilman, menyebutkan, tanpa aksi perbaikan lingkungan, bencana alam di masa datang akan bertambah parah.

Saat ini saja bencana alam sudah melanda banyak tempat. Tata ruang dan konservasi menjadi solusi tak terhindarkan.

Paling rentan

Data Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH): penduduk di Jawa dan Sumatera paling rentan terkena dampak banjir dan longsor. Kepadatan penduduk berdampingan dengan meningkatnya potensi bencana.

Data luasan tutupan lahan hutan KNLH 2007/2008 menunjukkan, Jawa hanya 7 persen, Nusa Tenggara (25 persen), Sumatera (25 persen), Bali (27 persen), Kalimantan (44 persen), Sulawesi (64 persen), Maluku (73 persen), dan Papua (81 persen). Tanpa konservasi, lahan kritis akan terus bertambah.

Berdasarkan potensi gerakan tanah, wilayah Jawa Barat paling rentan banjir dan longsor. Di sana, zona patahan rapat dengan dominasi kontur perbukitan, khususnya di kawasan selatan.

Secara nasional, sebanyak 27 dari 33 provinsi terdeteksi rawan banjir dan longsor.

Bisa dihindari

Menurut Adrin, dampak gerakan tanah dapat dihindari. Syaratnya, pemerintah fokus mencegah, bukan menanggulangi.

Data potensi gerakan tanah dimiliki pemerintah dan setiap bulan dikirim ke daerah. Data lebih rinci, yang memasukkan prakiraan curah hujan, kemiringan, dan sifat tanah pun ada.

Sayangnya, lanjut dia, data-data yang bisa dan mudah diakses itu jarang digunakan pemerintah sebagai dasar pengambilan keputusan. Pemerintah reaktif, bergerak pascabencana.

Model penanganan bencana semacam itu diharapkan diubah, seiring meningkatnya intensitas dan jenis bencana alam terkait perubahan iklim. (Sumber: Kompas.Com)

Read On 0 komentar

Welcome to BoeMIKU

23.29
Kami akan membuat suatu komunitas pecinta alam khusus para remaja(12-20 thn) yg dinamakan BoeMIKU(dibaca : Bumiku). Setiap bulan akan menanam satu pohon atau tanaman per orang atau per anggota..

biaya pendaftaran :
-Rp.25.000,- untuk 10 pendaftar pertama
(termasuk baju anggota,dan kartu
identitas)


-Rp.35.000,- untuk biaya normal stelah
promosi..
(termasuk baju anggota,dan kartu
identitas)

Untuk pembayaran secara online hanya dikhususkan untuk wilayah Jakarta.

bagi yg mau daftar..

formatnya:

nama :
nama panggilan :
alamat :
tmpat tanggal lahir :
jenis kelamin :
pekerjaan :
hobby :
alasan mengikuti :
tujuan mengikuti :
-------------------------------------
dan dikirim ke:

message4boemiku@gmail.com
--------------------------------------
met gabung!

SAVE OUR EARTH because we only have one EARTH... and because we need earth... keeping world, amazing...
Read On 0 komentar

Iklan

Followers


Post Sebelumnya